Minggu, 14 Maret 2010

Efek Negatif Mata Kuliah Softskill


                                              Soft Skill: Mata Kuliah yang Merepotkan
Terhitung PTA 2009 - 10, seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma diperkenalkan dengan apa yang disebuy mata kuliah soft skill. Kesan pertama yang ditangkap oleh sebagian besar civitas akademika saat pertama kali mendapat mata kuliah ini mungkin menyenangkan. Betapa tidak, mata kuliah ini meniadakan ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Dosen pun tidak diharuskan hadir di tiap pertemuan. Menyenangkan karena terbayang penilaian hanya berdasarkan postingan blog yang kita buat.

Namun setelah satu semester berjalan, mulailah kami (mahasiswa) merasakan dampak yang lumayan menyusahkan, atau bahkan merugikan dari mata kuliah soft skill. Betapa kesal teman saya ketika semester lalu mendapat nilai 'C' untuk mata kuliah soft skill, padahal jumlah postingannya lebih banyak 1 postingan dari yang saya buat, dan saya mendapat 'B'. Ada pula yang tidak pernah memposting 1 tulisan pun, dan bahkan ada yang tidak memiliki blog samasekali, namun nilai yang didapat tetap'B'. Kerugian lain yang kami rasakan adalah dead line atau tenggat akhir untuk tugas. Di semester ini kami sangat berpacu dengan tugas untuk mata kuliah ini, dan dosen pengampu pun gemar sekali membuat kami kerepotan dengan banyaknya tugas - tugas yang harus kami up - load tiap minggunya. Huuh..merepotkan.

Ketiga adalah sistem penilaian. Bagaimana mungkin kami menggantungkan nilai DNS hanya dari pertimbangan dosen. Ini sangat berpotensi menimbulkan kecemburuan antar mahasiswa jika nantinya (mungkin) terjadi jika seorang dosen hanya memihak satu kelompok mahasiswa tertentu.

Dari tulisan - tulisan ini, seharusnya pihak universitas belajar, apakah cukup dewasa kita untuk menggunakan fasilitas ini? Cukup efektifkah yang seperti ini terus diterpkan dalam lingkungan kampus kita? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar